kampoengkoe

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

soerakoe

Malam
Malam.....
Engkau tempat menumpahkan
rasa kasih dan sayang

Engkau juga tempatku
bersepi-sepi
dengan mimpi

Tempatku mengevaluasi diri
setelah bertarung siang tadi.

Malam....
tempatku mencurahkan
segenap rasa hati
mengadu pilu 
pada sang Ilahi

Malam ini adalah malam yang kemarin
tetap sepi dan masih sepi
teman sejati yang takkan mati
..........tanpamu.

Sabtu, 17 Maret 2012

soearakoe

Lelaki dan rembulan

Bulan itu masih malu
Mengintip, berlindung di awan
Terangnya jatuh di pepohonan bambu
Riapannya bergoyang di tiup angin

Lelaki termangu, duduk bersandar bimbang
Pada langkah di perempatan
Menunduk pada bumi,mendongak pada langit
Mencari sebuah jawaban
Atas lelah sebuah perjalanan

Malam itu bernyanyi tak tentu irama
Menghentak pada nada-nada sumbang
Senandung sang burung malam
Yang melagu menyayat pilu

Ada bait yang terputus
Ada syair yang terhampar
Akankh tetap berpijak pada bumi
Lagu itu begitu menyayat pilu


Akan kemana angin membawa
Bulan dimana purnamamu?





















Lelaki dan anaknya

Malam ini……….
Sama dengan yang kemarin
Masih menggoreskan sederetan kisah pengantar lelap dibuai mimpi


Bersandar pada pintu harapan
Dengan kunci-kunci yang bergelantungan
Satu persatu memahat rasa
akan sebuah kebebasan

kutatap tidur lelap anakku
dalam iram dengkur yang teratur
sayup-sayup kudengar menjadi kata
abi…… aku punya cita-cita


berbias indah kesempurnaan
dengan warna keemasan
kuturutkan engkau…wahai anakku
dalam cita kemuliaanmu
`





















Tahajud

Senja keemasan di sore itu
Ketika burung malam keluar sarang
Melagu indah menyambut bintang
Berbinar ria di bawah rembulan

Setangkup doa kulayangkan
Dalam simpuh merendah
Mendayu indah dalam lagu
Dalam alunan sholat malam

Tuhan yang perkasa…
Engkau kekasih dalm cinta
Engkau haribaan  kemesraan
Engkau anugerah kenikmatan
Engkau penyayang yang amat santun

Kening berpagut sajadah
Dengan butiran-butiran kepasrahan
Setumpuk beban mendera
Lepaskanlah ya Allah.


























Detik itu bukan menit
Melesat melebihi anak panah
Cepat sekelip mata
Kejap dalam kesiap

Segengam asa terburai pasrah
Dalam dekap ,merengkuh dada
Kosong, hampa, sepi,
Terkatup dalam gelap

Melayang, terbang dari genggaman
Kepalan terbuka berhamburan
Samnbaran angin mengehmaps paksa
Pada tubuh letih, lesu, lunglai

Secercah dalam pijaran
Memercik dalam terang
Ada bait dalam senyuman
Sebagai doa yang di panjaatkan

Minggu, 25 Desember 2011

suarakoe

Untuk anakku

ku tanam pohon ini
untukmu sayang!
kelak akan berbunga harapan
yang bisa kau pandangi sayang

terus tumbuh,menaungi
dari terik matahari
dari rintik hujan
teduh dalam sepoi angin senja
Ku tanam pohon ini, sayang!!
dalam hitungan jajar yang rapi
kelak putik itu kan berbuah
yang bisa kau petik sayang!!

bila nanti waktu bicara
dalam masa mengembara
jadikan pohon itu
sebagai kenangan tak terlupa

 sengaja pohon itu ku tanam
rawat,pupuk,siramlah tanpa lelah
kelak kau akan tahu
betapa sayang aku padamu

candi, medio 2008

suarakoe

Bunda, AL-HUSNA
Di rembangpetang mereka pulang
dengan keringat panas tanah Karawang
peluh pilu pinggir citarum segartanjung
tersapu sejuk semilir angin pantai pakisjaya

gerimis jatuh satu-satu
di senja sore keemasan
matahari yang akan pulang kesarang
turun lembab di pelataran candi jiwa

bulir-bulir itu malai bernas
gemuruh dada terbayar tunai
dengan senyum kemenangan
 bakti pada negeri pertiwi

( untuk Bunda dan teman Al Husna) maret 2010

suarakoe

Sekolahku dalam kenangan

kawan.....
setahun yang lalu
kau masih di sini
di bawah pohon angsana
dalam lembar buku-buku

kawan......
hari ini ..........
kau dan kawan-kawanmu
jua pergi dan terbang ke langit cita-cita
tinggalkan sekolah tercinta,tinggalkan kami,
guru dan adik kelasmu


kawan.......
di sekolah ini, tiga tahun bersama
bercanda,tertawa, kadang sedih berurai air mata
banyak goresan kenangan tergurat


kawan.......
esok kau tidak lagi bersama kami
sebelum pulang, pamitlah pada kami
cium tangan guru-gurumu
agar restu mengiring langkah tegapmu


sampai di rumah, ketuk pintu ucapkan salam
sungkem pada ayah dan ibu
bila ayah atau ibumu telah tiada
taburkan bunga-bunga di atas pusaranya
simpuhlah dalam tangkup doa-doa
sebagai bakti dari bukti dan rasa terimakasih


kawan.....
esok matahari tetap bersinar
tatap,tegap dan songsonglah!!
ukir indah kebanggaan dalam masamu
jadilah bintang yang bersinar
jadilah garuda-garuda perkasa
kepakkan sayap kokohmu
gemuruh di angkasa raya


kawan......
ukirlah senyum kebanggaan
untuk orang tuamu
untuk kami guru-gurumu
berjanjilah kawan.....


mei 2011