Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah aku yang potensial terhadap situasi tertentu yang diperoleh dari pangalaman yang dilakukan ecara berulang-ulang. Hilgard, (1981).
Menurut inger (1980), belajar adalah perubahan-perubahan perilaku yang potensial yang tercermin sebagai akibat dari latihan dan pengalaman masa lalu terhadap situasi tugas tertentu. Belajar menurut pendapat para ahli lain adalah perubahan tingkat laku atau perubahan kecakapan yang mampu bertahan dalam waktu tertentu dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai akibat dari latihan atau pengalaman. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar memiliki pengertian yang luas, bisa berupa keterampilan fisik, verbal, intelektual, maupun sikap.
Menurut Bloom (1955), perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam 3 ranah, yaitu: a) kognitif, b) afektf, c) psikomotor. Dari ketiga kesadaran gerak dasar tersebut yang harus dicapai melalui pendidikan jasmani di sekolah, maka komponen gerak dasar yang perlu diajarkan oleh guru dapat dikelompokkan sebagai
berikut:
berikut:
Pengertian gerak
Kata gerak banyak digunakan diberbagai disiplin ilmu pengetahuan misalnya, dalam ilmu – ilmu social dan eksakta.Namun kata gerak diberbagai disiplin ilmu tersebut mempunyai pengertian yang berbeda, minsalnya adalah gerak dalam kalimat. Dalam ilmu fisika, gerak diartikan sebagai suatu proses perpindahan suatu benda dari suatu posisi keposisi lain yang dapat diamati secara objektif dalam suatu dimensi ruang dan waktu.Pengertian dapat diamati secara objektif adalah bahwa perpindahan benda tersebut dapat diukur dalam suatu satuan waktu dan ruang. Gerak adalah perpindahan suatu benda dari seuatu tempat atau posisi ketempat yang lain yang dapat diamati secara objektif dalam suatu dimensi ruang dan waktu ( fisika ). Gerak adalah perubahan tempat posisi dan kecepatan tubuh atau bagian manusia yang terjadi dalam suatu dimensi ruang dan waktu serta dapat diamati secara objektif ( belajar motorik )
Pengertian Motorik
Pengertian motorik dan gerak sering kali menjadi satu. Metorik dapat diartikansebagai suatu rangkaian peristiwa laten yang tidak dapat dimati dari luar. Pengertian umum ini belum dapat memberikan kejelasan yang lebih tajam, untuk itu diperlukan suatu depenisi yang lebih operasional.” Motorik adalah suatu peristiwa laten yang meliputi keseluruhan proses – proses pengendalian dan pengaturan fungsi – fungsi organ tubuh baik secara fisiologis maupun secara piskis yang menyebabkan terjadinya suatu gerak” pertiwa – peristiwa laten yang tidak dapat diamati tersebut meliputi antara lain:Peneriamaan imformasi/stimulus; pemberian makna terhadap imformasi; pengolahan imformasi; proses pengabilan keputusan,dan dorongan untuk melakukan berbagai bentuk aksi – aksi motorik ( keselurahannya merupakan peristiwa psikis ) setelah itu dilanjutkan dengan peritiwa fisiologi yang meliputi pemberian.Pengaturan dan pengendalian imflus kepada organ – organ tubuh yang terlibat dalam melaksanakan aksi – aksi motorik. Sebagai hasil dari kedua peristiwa laten tersebut adalah gerak yang dapat diamati dalam dimensi ruang dan waktu
Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani sebagai bagian Integral dari pendidikan akan membantu peserta didik untuk dapat menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal baik fisik, motorik, mental dan social. Tujuan pengembangan asfek fisik akan berhubungan dengan dengan kemampuan melakukan aktifitas- aktifitas yang melibatkan kekuatan fisik dan berbagai orgn tubuh ( phsycal Fitness). Pengembangan gerak berhuungan dengan kemampuan melakuakn gerak secara efektip dan efisien, halus , indah sempurna ( skill full). Pengembangan mental berhubungan dengan kemampuan melakukan berfikir dan menginterprestasikan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam limgkungan. Perkembangan social berhubungan dengan kemampuan peserta didik dalam menyesuaikan diri pada kelompoknya
Hakikat pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan via gerak insane ( human movement) yang dapat berupa aktivitas jasmani, permainan dan olahraga. Pengembangan substansi pendidikan jasmnai dan pendidikan olahraga pada dasarnya bertolak dari kaidah yang sama yaitu penyesuaian dengan kematangan atau kesiapan belajar anak.
Kaitan pendidikan jasmani sebagai human movement, maka pendidikan gerak ( movement education) dipandang sebagai pendekatan belajar pendidikan jasmani yang sangat tepat karena terkait dengan penddikan jasmani sebagai life skill.
Model pendidikan gerak meliputi pemahaman tentang tubuh, pemahaman tentang ruang, pemaaman tentang cara, pemahaman tentang hubungan. Model-model ini digunakan sebagai kerangka dasar dalam membentuk pengalaman gerak yang mengacu kepada gerak lokomotor, non lokomotor dan manifulatif.
HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN JASMANI, PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN KESEHATAN
1. Hakikat pendidikan Jasmani
Tugas yang paling utama dalam menyelenggarakan pendidikan Jasmani adalah bagaimana membantu peserta didik untuk dapat menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal baik secara fisik, motorik, mental dan social. Belajar menurut Rusli Lutan( 2001:7) “ perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman, bukan karena pengaruh factor keturunan atau kematangan”.
Perubahan perilaku yang diharapkan dari belajar bersufat melekat secara permanen,proses ini tidak dapat diamati secara langsung tapi keterlaksanaannya hanya dapat di tafsirkan berdasar perilaku nyata yang di amati.
Perubahan-perubahan perilaku akan terjadi melalui [proses mengajar yang disengaja,yang kebetulan, atau tidak sengaja,bahkan mungkin karena seseorangbmelakukan keslahan-kesalahan belajar.
Selaras dengan upaya untuk mencapai tujuan pendidikan maka dalam pendidikan jasmani bukan saja dikembangkan dan di bangkitkan potensi individu tetapi juga unsure pendidikan yang dikembangkan meliputi kemampuan asfek fisik,intelektual,emosional,social dan moral spiritual yang berorientasi kepada life skill. Sasaran pendidikan jasmani adalah peningkatan kebugaran jasmani dan keterampilan gerak dasar yang kaya dengan koordinasi otot-otot saraf yang halus yang akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup sehari-hari dan menjadi pondasi yang kuat untuk suatu cabang olahraga.namun demikian prestasi optimal,rekor juara tidak menjadi goal setting dalam pendidikan jasmani.
2. Hakikat pendidikan Olahraga
Kalaupun olahrag bukan merupakan perpanjangan pendidikan jasmani,namun kemampuan gerak dasar yang menyeluruh ( general motor ability) akan menjadi landasan kuat bagi anak dalam penguasaan keterampilan olahraganya.
Belajar motorik
1. Pengertian keterampilan dan factor yang mempengaruhinya
Keterampilan gerak dapat di lihat sebagai tugas-tugas gerak, juga dapat dilihat dalam kaitannya sebuah keadaan yang membedakan anatara terampil dan tidak terampil.
Keterampilan gerak dapat di lihat sebagai tugas-tugas gerak, juga dapat dilihat dalam kaitannya sebuah keadaan yang membedakan anatara terampil dan tidak terampil.
Schmidt(1991) mengatakan bahwa ” keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan kepastian yang maksimum dan pengeluaran energy dan waktu yang minimum”.
Singer (1980) “keterampilan adalah derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efisien dan efektif’”
Unsur-unsur yang menjadi ciri dari batasan keterampilan adalah:
1. Didalam keterampilan terdapat beberapa tujuan yang berhubungan dengan lingkungan yang di inginkan.
2. Di dalam ketrampilan pun terkandung keharusan bahwa pemenuhan tugas atau tujuan akhir tersebut dilaksanakan dengan kepastian yang maksimum,terlepas dari unsur kebetulan atau untung-untungan
3. Ketrampilan menunjuk pada upaya yang ekonomis,dimana energy yang dikeluarkan harus seminimal mungkin,tetapi dengan hasil yang maksimal
4. Keterampilan mengandung arti pelaksanaan yang cepat penyelesaian tugas gerak itu dalam waktu yang minimum
W.Jonson (dalam singer ,1980) mengidentifikasi empat aspek yang mencirikan keterampilan yaitu,kecepatan, akurasi,bentuk dan kesesuaian.
- keterampilan harus ditampilkan dalam batas waktu tertentu,semakin cepat semakin baik.
- keterampilan harus menunjukan akurasi yang tinggi sesuai yang ditargetkan.
- keterampilan harus dilaksanakan dengan kebutuhan energy yang minimal
- keterampilan harus adaptif,cakap mesti suasana dan kondisi yang berbeda-beda.
2. Klasifikasi Keterampilan
a. Keterampilan terbuka
Schmidt(1991) “keterampilan terbuka adalah keterampilan yang ketika dilakukan,lingkungan yang berkaitan dengannya bervariasi dan tidak dapat diduga.”
Magil (1985) “Keterampilan terbuka adalah keterampilan – keterampilan yang melibatkan lingkungan yang selalu berubah dan tidak dapat diperkirakan”.
b. Keterampilan Tertutup
keterampialn yang dilakukan dalam lingkungan yang relative stabil dan dapat diduga.
c. Keterampilan diskrit
sebagai ketrampilan yang dapat ditentukan dengan mudah awal dan akhir dari gerakannya yang lebih sering berlangsung dalam waktu singkat.
d. Keterampialn berkelanjutan
Keterampialn yang dimana pelaksanaannya tidak memperlihatkan secara jelas mana awal dan mana akhir dari suatu keterampilan.
e. keterampilan serial
adalah keterampilan yang sering dianggap sebagai suatu kelompok dari keterampilan-keterampilan diskrit yang digabung untuk membuat keterampilan baru atau yang lebih kompleks.
3. Keterampilan gerak kasar dan keterampilan gerak halus
- Gerak kasar (gross motor skill) Magil, “adalah keterampilan yang bercirikan gerak yang melibatkan kelompok otot-otot besar sebagai dasar utama gerakannya”.
- Gerak halus (fine motor skill) adalah keterampilan yang memerlukan kemampuan untuk mengontrol otot –otot kecil/halus untuk mencapai pelaksanaan keterampilan yang sukses.
4. Keterampilan gerak dan keterampilan kognitif
- Keterampilan gerak, penentu utama dari keberhasilannya adalah kualitas dari gerakan itu sendiri tanpa memperlihatkan persepsi serta pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keterampilan yang dipilih.
- Keterampilan kognitif
Hakikat gerakannya tidak penting,tetapi keputusan-keputusan tentang gerakan apa dan yang mana yang harus dibuat merupakan hal penting.(pemilihan apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya?)
5. Kemampuan dan Keterampilan
Adalah sebagai sesuatu yang mendasari terbentuknya keterampilan seseorang.
Singer (1980),Fleisman (1972), Schmidt (1991), menyatakan bahwa kemampuan dan keterampilan harus dibedakan dalam pengertiannya. Kemampuan diartikan sebagai sebagai cirri individual yang diwariskan dan relative abadi yang mendasari serta mendukung terbentuknya keterampilan. sedangkan keterampilan mengacu secara spesifik pada tugas tertentu serta dicapai dengan adanya latihan serta pengalaman
Belajar motorik
Pengertian motor dan movement
“Movement” adalah gerak yang bersifat exsternal dan mudah untuk diamati,sedangkan “ motor “ adalah gerak yang bersifat internal, konstan dan sukar diamati. Gerakan dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi ruang atau jarak(space) dan dari system otot.
Segi ruang atau jarak di bagi menjadi:
- Gerakan lokomotor ( gerakan yang menyebabkan terjadinya perpindahan)
- Gerakan non lokomotor ( gerakan yang tidak menyebabkan perpindahan)
System otot dibagi menjadi:
- Fleksi (gerakan kontraksi otot yang menyebabkan gerakan membengkok)
- Extensi (gerakan meluruskan atau membentangkan yang berlawanan dengan fleksi)
- Rotasi (gerakan berputar yang berporos pada satu sumbu)
Anita harrow (1971),gerakan manusia dikelompokan menjadi:
1. Gerakan reflex,(tindakan manusia yang timbul sebagai reaksi terhadap stimulus tanpa keterlibatan kesadaran)
2. Gerakan dasar (dasar untuk ketangkasan gerak yang lebih kompleks,merupakan bawaan sejak lahir tanpa melalui latihan,tetapi dapat diperhalus dengan latihan).
3. Kemampuan mengamati,(factor esensial yang membantu anak dalam penyesuaian terhadap lingkungan dan menginterprestasi stimulan yang menjadikannya mampu dalam ranah afektip,kognitip dan psikomotor.)
4. Kemampuan fisik,(dasar untuk mengembangkan ketangkasan gerak, karakteristik fungsionalsemua organ kekuatan,baik secara endurance,strength,flexibilitydan agility)
5. Gerakan keterampilan,(usaha yang ekonomis yang diperlihatkan seseorang selama melakukan suatu gerakan yang kompleks, Laban dan Laurence(1974).
| Skill tingkat sempurna |
| Skill tingkat advance |
| Skill tingkat intermediate |
| Skill tingkat pemula |
| Gerakan dasar/fundmental |
6. Kemampuan komunikasi non-diskursif,(gerakan yang selalu tampak dalam kehidupan sehari-hari dn merupakan suatu asfek yang penting dari perilaku gerak seseorang.).
terdiri dari:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar